Rabu, 17 Agustus 2016

Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah Dan Qobliah Subuh

Assalamu'alaikum.wr.wb

Wahai saudaraku…semoga Allah
subhanahu wata’ala senantiasa
memberikan keselamatan kepadamu dan
selalu menjaga dirimu. Janganlah engkau
merasa sayang meluangkan sedikit
waktumu untuk membaca lembaran ini.
Siapa tahu Allah subhanahu wata’ala
akan memberikan manfaat kepadamu dan
kepada kita semua.Suatu malam seorang
lelaki shalih bangun dari tidurnya…ketika
itu menjelang akhir malam mendekati
waktu Fajar… ia dapati istrinya sedang
bertahajjud, shalat dan berdoa dengan
linangan air mata, memohon kepada Allah
dengan segenap ketulusan hati. Lelaki itu
sejenak tertegun melihat keshalihan
istrinya, bagaimana dia seorang laki-laki
asyik tidur, sementara sang istri begitu
zuhud dan giat beribadah? Maka
disapanya sang istri, “Tidakkah engkau
tidur, apakah gerangan yang membuatmu
seperti itu hingga larut begini? Maka istri
yang shalihah itu menjawab, “Bagaimana
akan tidur, seseorang yang tahu bahwa
kekasihnya (Allah subhanahu
wata’ala)tidak pernah tidur?”Keutamaan
Qabliyah Shubuh
Qabliyah Shubuh yaitu shalat
sunnah dua raka’at yang
dilakukan sebelum shalat Shubuh.
Ia merupakan amalan yang paling
dicintai oleh Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam, sebagaimana
disebutkan di dalam sabdanya,
artinya, “Dua raka’at Fajar
(sebelum Shubuh) lebih baik
daripada dunia seisinya.” Dan
dalam riwayat Muslim disebutkan,
“Sungguh dua raka’at itu (sebelum
Shubuh) lebih aku cintai daripada
seluruh dunia.” Jika dunia dengan
segenap isi dan
perbendaharaannya di mata Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam tidak
dapat menyamai dua rakaat
sebelum Shubuh maka bagaimana
lagi keutamaan shalat Shubuh itu
sendiri.Keutamaan Shalat
ShubuhSebagai Sebab Masuk
Surga dan Selamat dari
NerakaDisebutkan di dalam
sebuab hadits bahwa siapa saja
yang menjaga shalat Shubuh dan
Ashar maka akan dimasukkan ke
dalam Surga dan dijauhkan dari
api neraka. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallambersabda dalam
hadits riwayat
al-Bukhari dan Muslim, “ Barang
siapa yang shalat di dua waktu yang
sejuk maka dia akan masuk surga.”
Dan dalam hadits yang lain beliau
bersabda, “Tidak akan dijilat api
neraka seseorang yang shalat
sebelum Matahari terbit dan
sebelum tenggelam.” Yang
dimaksudkan dengan dua waktu
yang sejuk adalah waktu shalat
Shubuh dan shalat
Ashar.Disaksikan MalaikatAllah
subhanahu wata’ala berfirman,
artinya, “Dirikanlah shalat dari
sesudah Matahari tergelincir
sampai gelap malam dan
(dirikanlah pula shalat) Subuh.
Sesungguhnya shalat Subuh itu
disaksikan (oleh malaikat).” (QS.
17:78)
Shalat Shubuh, disebut Qur’anul
Fajr karena bacaan al-Qur’an
pada shalat ini lebih panjang
daripada shalat-shalat yang lain,
dan shalat Shubuh ini disaksikan
oleh para malaikat. Terkait
dengan ini, Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam menjelaskan
dalam sebuah haditsnya,
“Malaikat saling bergantian dalam
mengawasi kalian semua pada
waktu malam, dan juga malaikat
pengawas di waktu siang, mereka
berkumpul pada waktu shalat
Shubuh dan shalat Ashar.
Kemudian malaikat yang berjaga
malam hari naik, lalu Allah
bertanya kepada mereka tentang
hamba-hamba-Nya sedangkan
Allah lebih tahu keadaan mereka,
“Bagaimana keadaan hamba-
hamba-Ku ketika kalian
tinggalkan? Maka para malaikat
menjawab, “Kami tinggalkan
mereka dalam keadaan shalat,
dan ketika kami datang mereka
pun juga sedang dalam keadaan
shalat.”
Sungguh bahagia orang-orang
yang mau memerangi diri,
bangkit meninggalkan kasur-
kasur mereka. Berjuang keras
melawan segala yang menariknya
ke tempat tidur, rasa kantuk,
dingin, malas dan lain
sebagainya. Mereka berharap
untuk mendapatkan tiket yang
begitu mahal, terbebas dari sifat
nifaq, dan untuk menggapai apa
yang dikabarkan oleh Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam,
masuk surga. Mereka juga ingin
mendapatkan persaksian mulia
dari para malaikat, ingin menjadi
hamba-hamba yang ditanyakan
Allah keadaannya, lalu dijawab
oleh para malaikat bahwa mereka
sedang shalat.
Allah Bersumpah dengan Waktu
Fajar. Karena besarnya
keutamaan waktu Shubuh ini
maka Allah subhanahu wata’ala
bersumpah dengan menggunakan
waktu itu, Dia berfirman, “Demi
fajar, dan malam yang
sepuluh.” (QS. 89:1-2)
Memberi Banyak Manfaat
Wahai saudaraku, merupakan ciri
khas dari shalat Shubuh ini
adalah bahwasanya dia dapat
menyegarkan dan
memperbaharui keimanan,
menghidupkan hati, melapangkan
dada, membuat jiwa penuh
dengan kebahagiaan serta
menjadikan berat timbangan amal
kebaikan.
Sesungguhnya nikmatnya tidur
pada waktu Shubuh yang hanya
sekian menit tidaklah sebanding
dengan kengerian di kubur, atau
kengerian jurang-jurang di
neraka. Kala itu seseorang hanya
mampu menggigit jari menyesal
untuk selama-lamanya seraya
mengatakan, “Wahai Rabb
kembalikan aku ke dunia, aku
akan melakukan amal shalih yang
dulu aku tinggalkan.” Betapa
celaka, kenikmatan yang di akhiri
dengan penyesalan, dan
kenyamanan yang membawa
penderita an begitu menyakitkan.
Saudaraku tercinta, cobalah kita
ingat nikmat Allah yang terus
menerus mengiringi kita tiada
henti, coba bandingkan kondisi
anda dengan kondisi orang lain.
Ketika mereka berbaring di
tempat tidur, kepala mereka
masih diselimuti oleh berbagai
beban berat, kegalauan dan
kekhawatir an, apa yang akan
dimakan besok? Sementara tubuh
diliputi rasa penat dan lelah,
setelah seharian mencari sesuap
nasi untuk menghilang kan rasa
lapar. Sebagian dari mereka
ketika bangun di pagi hari
terkadang ditemani oleh
dentuman meriam dan rentetan
tembakan senapan, sementara
perut terasa lapar sedang hawa
pun demikian dingin menyengat.
Di sisi mereka anak-anak yang
masih kecil menangis, berteriak
kelaparan dan mengeluh
kesakitan.
Adapun kita…sungguh kita dalam
keadaan aman ketika makan dan
minum, badan kita pun sehat,
masih punya kekuatan dan umur.
Maka janganlah itu semua menipu
dan membuat kita terlena, dengan
menggunakan kenikmatan
tersebut untuk kemaksiatan dan
dosa serta lupa bersyukur kepada
Allah subhanahu wata’ala yang
telah melimpahkan segala nikmat
dengan tanpa batas.
Saudaraku, apakah engkau merasa
aman ketika menuju
pembaringanmu, padahal boleh
jadi ia adalah tidur terakhirmu di
dunia. Engkau tidak bangun lagi
setelahnya dan ketika bangun
tahu-tahu engkau telah berada di
alam kubur. Maka selayaknya kita
bersiap-siap selagi kita masih
berada di dunia ini. Siapkanlah
jawaban untuk di kubur, jawaban
yang benar dan lurus tentunya.
Jangan lupa kita selalu memohon
kepada Allah subhanahu wata’ala
agar menjadikan kita semua
orang-orang yang mau
mendengarkan ucapan dan mau
mengikuti mana yang baik di
antara ucapan itu, menjadikan
akhir kehidupan kita dengan
akhir kehidupan yang baik dan
bahagia, dan mudah-mudahan
Allah subhanahu wata’ala
menolong kita untuk selalu
berdzikir mengingat-Nya,
bersyukur kepada-Nya dan
memperbaiki ibadah hanya
kepada-Nya.
Jika Shalat Shubuh Diremehkan
Allah subhanahu wata’ala
berfirman,
“Maka apabila kamu telah
menyelesaikan shalat(mu),
ingatlah Allah di waktu berdiri, di
waktu duduk dan di waktu
berbaring. Kemudian apabila
kamu telah merasa aman, maka
dirikanlah shalat itu (sebagaimana
biasa).
Sesungguhnya shalat itu
merupakan kewajiban yang
ditentukan waktunya atas orang-
orang yang beriman.”
(QS. 4:103-104)
Islam adalah jalan kehidupan
yang universal dan mencakup
seluruh sisi kehidupan manusia.
Islam merupakan sebuah ikatan
antara seorang hamba dengan
Rabbnya, Allah subhanahu
wata’alaberfirman, “Dan
(ingatlah), ketika Allah mengambil
janji dari orang-orang yang telah
diberi kitab (yaitu), “Hendaklah
kamu menerangkan isi kitab itu
kepada manusia,dan jangan kamu
menyembunyi kannya,” lalu
mereka melemparkan janji itu ke
belakang punggung mereka dan
mereka menukarnya dengan
harga yang sedikit. Amatlah
buruk tukaran yang mereka
terima.”
(QS. 3:187)
Maka seorang hamba harus
iltizam (komitmen) terhadap
kewajiban-kewajiban yang telah
ditetapkan oleh Rabbnya. Dan
Allah subhanahu wata’ala pun
telah memberikan berbagai
macam hak manusia dan berikut
keistimewaannya dan pada
akhirnya seorang hamba akan
mendapatkan haknya yang
terbesar sebagaimana disabdakan
oleh Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam, artinya, “Dan hak
hamba atas Allah adalah Allah
tidak menyiksa siapa saja yang
tidak menyekutukan-Nya dengan
suatu apa pun.”
Allah subhanahu wata’ala
berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman,
masuklah kamu ke dalam Islam
keseluruhannya, dan janganlah
kamu turuti langkah-langkah
syaithan. Sesungguhnya syaithan
itu musuh yang nyata
bagimu.” (QS. 2:208)
Para mufassirin mengatakan
tentang makna ayat ini (yaitu),
“Terimalah Islam dengan segenap
hukum dan syari’atnya.” Allah
subhanahu wata’ala telah murka
kepada bani Israil yang hanya
menerima sebagian ajaran agama
yang mereka kehendaki serta
enggan mengerjakan sebagian
yang lainnya. Maka Allah
subhanahu wata’ala berfirman
“Apakah kamu beriman kepada
sebagian dari Al-Kitab
(Taurat) dan ingkar terhadap
sebagian yang lain?” (al
Baqarah:85)
Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu
memvonis orang yang tidak shalat
Shubuh dan Ashar dengan
berjama’ah sebagai munafiq
ma’lumun nifaq (yang nyata
nifaqnya) maka bagaimana
dengan orang yang sama sekali
tidak mengerjakan shalat,
berjama’ah maupun tidak.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam juga telah bersabda,
artinya, “Tidak ada shalat yang
lebih berat bagi orang-orang
munafiq daripada shalat Subuh
dan Isya’. Seandainya mereka
mengetahui besarnya pahala
kedua shalat tersebut, niscaya
akan mendatanginya meskipun
dengan merangkak.” (HR al-
Bukhari)
Allah subhanahu wata’ala
berlepas diri dari orang- orang
yang meninggalkan shalat fardu
lima waktu, sebagaimana
disebutkan di dalam sabda Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam
artinya, “Janganlah engkau
meninggalkan shalat dengan
sengaja, karena sesungguhnya
siapa saja yang meninggalkan
shalat dengan sengaja maka
tanggungan Allah dan Rasul-Nya
telah terelepas darinya.” (HR
Ahmad dalam
al-Musnad)
Solusi
Di antara solusi yang insya Allah
dapat membantu kita menjadi
orang-orang yang dapat menjaga
shalat adalah sebagai berikut :
Hendaknya memposisikan shalat
sesuai dengan kedudukannya
dalam kehidupan kita, sehingga
dalam seluruh aktivitas kehidupan
kita senantiasa menekankan
masalah shalat ini, bukan
sebaliknya menyepelekannya.
Mempergunakan jam(bel/weker)
untuk membangunkan kita agar
tidak terlambat dalam
menjalankan shalat Shubuh.
Tidur lebih awal, agar dapat
bangun lebih awal pula, dan
usahakan melakukan pekerjaan
atau aktivitas setelah selesai shalat
Shubuh. Karena Allah subhanahu
wata’ala membagi rizki-Nya pada
waktu setelah Shubuh ini.
Membiasakan untuk membaca
dzikir dan do’a sebelum tidur,
dan memohon kepada Allah
subhanahu wata’ala agar
menolong kita untuk selalu
mengerjakan shalat.
Merasa sangat bersalah dan
berdosa ketika kita ketinggalan
shalat dan berusaha sekuat tenaga
untuk tidak mengulangi kesalahan
itu.
Dialihbahasakan dari brosur
berbahasa Arab dengan tema
Keutamaan Shalat Shubuh dan
Qabliyah Shubuh. (Khalif)

Selasa, 16 Agustus 2016

6 Sifat Sahabat

Mudzakarah 6 ( enam ) Sifat
Sahabat Nabi
Mudzakarah 6 Sifat Shahabat
Allah SWT meletakkan kesuksesan dan
kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat
hanyalah pada agama Islam yang sempurna.
Agama Islam yang sempurna adalah agama yang
dibawa oleh Rasululloh SAW. Meliputi Iman,
Ibadah, Muamalah, Muasyarat dan Ahlaq. Pada
saat ini umat islam tidak ada kekuatan dan
kemampuan untuk mengamalkan agama secara
sempurna. Para sahabat RA telah sukses dan
jaya dalam mengamalkan agama secara
sempurna karena mereka memiliki sifat-sifat
dasar yang terkandung dalam enam sifat
sahabat yang meliputi, 1. Yakin atas kalimah
thoyyibah “laa ilaaha illallah
muhammadurrasulullah” 2. Sholat khusyu’ dan
khudlu’ 3. Ilmu ma’adzikir 4. Ikromul Muslimin 5.
Tashihun niat 6. Da’wah dan tabligh khuruj fi
sabilillah. Enam sifat sahabat RA tersebut bukan
merupakan wujud agama yang sempurna, karena
agama yang sempurna terkandung dalam al
qur’an dan al hadits, tetapi apabila enam sifat
para sahabat tersebut ada dalam diri kita maka
Allah SWT akan memberikan kemudahan kepada
kita untuk mengamalkan agama secara
sempurna.
1. Yakin atas kalimah thoyyibah “laa ilaaha
illallah muhammadurrasulullah“.
Arti : Tidak ada yang berhak disembah selain
Allah Swt. Dan Baginda Muhammad Saw. Adalah
utusan Allah.
Maksud Laa ilaha illallah
Mengeluarkan keyakinan pada mahluk dari
dalam hati dan memasukkan keyakinan hanya
kepada Allah Swt. Di dalam hati.
Fadhilah :
1. Barang siapa yang mati sedangkan dia yakin
tidak ada yang berhak disembah selain Allah
Swt., maka dijamin masuk surga.
2. Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada
yang berhak disembah selain Allah dan hatinya
membenarkan lisannya, maka dipersilahkan
masuk surga dari pintu mana yang dia suka.
3. Sekecil-kecil iman dalam hati maka akan Allah
berikan surga yang luasnya 10 kali dunia.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya iman yakin.
2. Latihan dengan cara memperbanyak halaqoh-
halaqoh / majlis iman yakin (bicara atau
dengar).
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat
iman dan yakin.
Maksud Muhammadarrasulullah
Meyakini hanya satu-satunya jalan untuk
mencapai kejayaan dunia dan akherat hanya
dengan cara ikut sunnah Rasulullah Saw.
Fadhilah :
1. Rasulullah Saw. bersabda, Tidak akan masuk
neraka seseorang yang bersaksi bahwa tidak ada
yang berhak disembah selain Allah dan Aku
(Muhammad) sebagai utusan Allah.
2. Rasulullah Saw. bersabda barang siapa yang
berpegang teguh dengan sunnahku dikala
rusaknya ummatku maka baginya pahala 100
orang mati syahid.
3. Rasulullah Saw. Bersabda barang siapa
menghidupkan sunnahku sungguh dia cinta
padaku, dan barangsiapa yang cinta padaku
maka akan bersamaku didalam surga.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya menghidupkan sunnah
Rasulullah Saw.
2. Latihan , yaitu dengan cara menghidupkan
sunnah Rasulullah Saw. Dalam kehidupan kita
selama 24 jam.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan
untuk menghidupkan sunnah.
2. Sholat khusyu’ dan khudlu’
Arti : Shalat dengan konsentrasi batin dan
merendahkan diri dengan mengikut cara yang
dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
Maksud Shalat Khusu dan Khudu
Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah Swt
didalam shalat kedalam kehidupan sehari-hari.
Fadhilah :
1. Allah berfirman : Sesungguhnya shalat dapat
mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
2. Allah berfirman : Carilah pertolongan Allah
dengan sabar dan shalat.
3. Rasulullah Saw. Bersabda : shalat adalah
milahnya orang beriman.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya shalat
2. Latihan dengan cara :
a. Memperbaiki dhahirnya shalat.
b. Menghadirkan keagungan Allah
c. Belajar menyelesaikan masalah dengan shalat
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat
shalat khusyu dan khudu.
3. Ilmu ma’adzikir
Arti Ilmu : Semua petunjuk yang dating dari Allah
Swt melalui Baginda Rasulullah Saw.
Arti Dzikir: Mengingat Allah sebagaimana
agungnya Allah.
Maksud Ilmu ma’adzikir
Mengamalkan perintah Allah Swt. Pada setiap
saat dan keadaan dengan menghadirkan
keagungan Allah didalam hati dan ikut cara
Rasulullah Saw.
Fadhilah Ilmu:
1. Apabila Allah menghendaki kebaikan pada
seorang hamba, maka akan Allah fahamkan
dirinya pada masalah agama.
2. Barangsiapa berjalan mencari ilmu maka akan
Allah mudahkan untuknya jalan menuju surga.
3. Barangsiapa mempelajari satu ayat Al Quran
maka nilainya adalah lebih baik daripada shalat
sunnah 100 rakaat. Barangsiapa mempelajari
satu bab dari ilmu maka lebih baik nilainya
daripada shalat sunnah 1000 rakaat.
Fadhilah Dzikir:
1. Perumpamaan orang yang berdzikir dengan
orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang
yang hidup dibandingkan dengan orang yang
mati.
2. Allah berfirman : Dengan mengingat Allah
maka hati akan menjadi tenang.
3. Allah berfirman : Ingatlah pada Ku niscaya
Aku akan ingat kepadamu.
Cara mendapatkan ilmu fadhail :
1. Dakwahkan pentingnya ilmu fadhail
2. Latihan dengan cara :
a. Duduk dalam halaqoh fadhail di masjid dan di
rumah.
b. Ajak manusia untuk duduk dalam halaqoh
fadhail
c. Hadirkan fadhail dalam setiap amalan .
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat
ilmu fadhail.
Cara mendapatkan ilmu masail :
1. Dakwahkan pentingnya ilmu masail
2. Latihan dengan cara :
a. Duduk dalam halaqoh masail dengan para
alim ulama.
b. Bertanya kepada ulama baik untuk masalah
agama maupun dunia.
c. Sering berziarah kepada para alim ulama .
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat
ilmu masail.
Cara mendapatkan dzikir :
1. Dakwahkan pentingnya dzikir kepada Allah
Swt.
2. Latihan dengan cara :
a. Setiap hari membaca Al Quran (usahakan 1
juz).
b. Membaca tasbihat, shalawat dan istigfar
masing-masing 100 X.
Ketika membaca tasbihat maka hadirkan
kemahasucian Allah
Ketika membaca shalawat maka ingat jasa-jasa
Rasulullah kepada kita.
Ketika membaca istigfar maka hadirkan sifat
Maha Pengampunnya Allah.
c. Amalkan doa-doa masnunah (harian) .
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat
dzikir.
4. Ikromul Muslimin
Arti : Memuliakan sesame orang islam / muslim.
Maksud ikramul muslimin
Menunaikan hak-hak semua orang islam tanpa
meminta hak daripadanya.
Fadhilah :
1. Allah akan menolong seorang hamba selagi
dia menolong saudaranya.
2. Barang siapa menutup aib saudaranya yang
muslim maka Allah akan menutup aibnya dan
barang siapa membuka aib saudaranya yang
muslim maka Allah akan membuka aibnya
sampai dia akan dipermalukan di rumahnya
sendiri.
3. Senyummu didepan saudaramu adalah
sedekah.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya ikram
2. Latihan dengan cara :
a. Memberi salam kepada orang yang kita kenal
ataupun yang tidak kita kenal.
b. Menyayangi yang muda, menghormati yang
tua, memuliakan uloama dan menghormati
sesama.
c. Berbaur dengan semua orang yang berbeda-
beda wataknya.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan ahlaq
sebagaimana ahlaq Baginda Rasulullah Saw.
5. Tashihun niat
Arti : Membetulkan / meluruskan niat
Maksud tashihun niat
Membersihkan niat pada setiap amalan semata-
mata karena Allah Swt.
Fadhilah :
1. Sesungguhnya Allahtidak akan menerima
amalan seseorang kecuali dengan ikhlas.
2. Sesungguhnya Allah tidak memandang pada
rupamu dan hartamu tetapi Dia akan
memandang pada hatimu dan amalanmu.
3. Baginda Rasulullah Saw. Bersabda : Wahai
Muadz jagalah keihklasan karena amal yang
ikhlas walau sedikit akan mencukupi.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya ikhlas.
2. Latihan dengan cara : setiap beramal periksa
niat kita, sebelum beramal, ketika beramal dan
setelah beramal, bersihkan niat agar semata-
mata hanya karena Allah.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat
ikhlas dalam beramal.
6. Da’wah dan tabligh khuruj fi sabilillah
Arti : Dakwah mengajak, Tabligh menyampaikan
dan khuruj fisabilillah adalah keluar di jalan
Allah.
Maksud
1. Memperbaiki diri, yaitu bagaimana agar dapat
menggunakan harta diri dan waktu sebagaimana
yang diperintahkan Allah.
2. Menghidupkan agama secara sempurna pada
diri sendiri dan semua manusia diseluruh alam
dengan menggunakan harta dan diri sendiri.
Fadhilah :
1. Allah berfirman : dan adakah yang
perkataannya lebih baik daripada seseorang yang
mengajak manusia kepada Allah.
2. Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk
kebaikan dia akan mendapatkan pahala seperti
orang yang mengamalkan.
3. Sepagi sepetang dijalan Allah lebih baik
daripada mendapatkan dunia dan seisinya.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya dakwah dan tabligh.
2. Latihan dengan cara : keluar dijalan Allah
minimal 4 bulan seumur hidup, 40 h setiap
tahun, 3h setiap bulan dan 2,5 jam setiap hari.
Tingkatkan dengan cara bertahap-tahap menjadi
4 bl tiap tahun, 10h tiap bulan dan 8 jam setiap
hari.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat
dakwah dan tabligh yaitu dapat menggunakan
harta, diri dan waktu untuk kepentingan agama.